Tips Menyikapi Pacar Yang Memiliki Sahabat Cowok

Jumat, 23 Maret 2012

Banyak orang bilang tak pernah ada persahabatan murni antara lelaki dan perempuan. Pasti setidaknya pernah ada sedikit getar-getar di antara mereka
. Sebuah pandangan kuno sebetulnya, tetapi kaum lelaki masih meyakininya. Berikut ini beberapa testimonialnya:
“Saya nggak suka pacar saya punya sobat lelaki. Memang egois ekdengarannya. Tapi, ya itulah sifat lelaki. Menurut saya buat apa pacar saya punya sobat lelaki lagi. Kan sudah ada saya. Kalau butuh apa-apa saya bisa bantu. Mau pergi ke mana, saya bisa antar. Mau curhat, bisa ngomong langsung ke saya. Saya ngga mau pacar saya dekat dengan lelaki lain karena jujur saja saya takut tersaingi. Saya takut kehilangan dia. Saya merasa diremehkan kalau sampai pacar saya punya sobat lelaki. Kalau perlu, saya akan ngomong langsung ke pacar saya untuk menjauhi lelaki itu.” Luhur,27, Lajang, Kameraman.
Berdasarkan petikan testimonial di atas, memang kaum lelaki pada dasarnya tidak mau dinomorduakan apalagi dianggap remeh oleh pasangannya. Apabila hal ini Anda biarkan terus menerus dan Anda pendam dalam hati, maka hubungan Anda menjadi tidak sehat. Karena ada ganjalan dalam hubungan Anda dan pacar Anda. Untuk mengantisipasi agar cewek Anda tidak makin lengket dengan sahabat lelakinya, ada beberapa tindakan yang mesti Anda sebagai ‘pacar resminya’:
1. Bicara Terus Terang. Anda perlu bicara secara terbuka pada pacar Anda untuk tidak lagi “berdekat-dekat” dengan sahabat lelakinya itu. Dengan alasan, semua kebutuhan pacar Anda (untuk curhat, ditemani jalan, atau kebutuhan lainnya) bisa Anda penuhi. Jadi tidak ada alasan bagi pacar Anda untuk mencari bantuan pada lelaki lain, meski tiu sahabat sendiri.
2. Mengeluarkan Larangan. Jika sekali diingatkan si pacar masih tetap berhubungan dengan sahabt lelakinya itu, Anda bisa mengeluarkan larangan. Jangan beri kebebasan lagi untuk bertemu atau bahkan menelpon sahabatnya itu. Hal ini untuk menjaga wibawa Anda sebagai seorang lelaki di mata dia dan sahabat lelakinya.
3. Menemui Si Sahabat. Bila poin pertama dan kedua, tak juga ada pegaruhnya, Anda bisa langsung  menemui sahabat lelaki pacar Anda tersebut. Anda memiliki hak untuk meminta lelaki itu menjauhi pacar Anda, secara baik-baik dan gentle tentu saja.
4. Aksi Balasan. Jika ternyata si pacar ‘nekad’ tetap berhubungan dengan ahabt lelakinya tersebut, meski secara diam-diam, cobalah untuk melakukan aksi balasan. Anda bisa mendekati perempuan lain, untuk Anda jadikan sebagai sahabat perempuan, sebagaimana pacar Anda melakukannya terhadap Anda. Hal ini setidaknya akan membuka matanya, bagaimana perasaannya apabila dia berada pada posisi Anda.
5. Beri Ultimatum. Bisa saja poin keempat dilewatkan karena terlalu ribet, dan poin satu sampai tiga tidak juga diindahkan, dan Anda langsung menempuh jalur ultimatum. Sebagai lelaki, tentunya Anda punya harga diri bukan? Ultimatum ini berupa pilihan “Kamu pilih sapa? Sahabat kamu itu atau saya?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews