Tips 12 Cara Menjadi Lelaki Sejati di Mata Wanita

Jumat, 23 Maret 2012


laki-laki jantan

Konotasi “Lelaki Sejati” tidak hanya terkait dengan kemampuan lelaki memberikan pelayanan ketika melakukan hubungan intim dengan pasangannya atau pada bentuk otot-otot tubuhnya yang macho.
Namun lebih luas daripada itu, makna kesejatian seorang lelaki pada dasarnya terletak pada kemampuan,  keahlian serta sikapnya dalam kesehariannya. Dengan kata lain, setiap perempuan akan merasa bangga dan tenang ketika berada di samping seorang lelaki sejati. Berikut ini harapan sejumlah perempuan tehadap lelaki sejati:
1. Menguasai Beberapa Olahraga Umum. Misalnya bermain sepak bola, badminton, bola basket atau berenang. Ini adalah olahraga yang paling sering diperkenalkan dan dipraktekkan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah. Kalaupun tidak jago memainkannya, minimal lelaki dituntut mengerti tentang olahraga ini. Untuk beberapa olahraga, bahkan ada keharusan untuk menguasainya. “Kalaupun pacar saya tidak bisa berenang, lalu siapa yang akan menolong saya jika tenggelam?” ujar Sita, 25, Sekretaris.
2. Menyetir. “Tidak harus menyetir mobil, tapi paling tidak lelaki sekarang harus pandai mengendarai motor,” tutur Lulu, 29, staf marketing. Bagi sebagian besar perempuan perkotaan, lelaki memang diharuskan bisa mengemudikan kendaraan, minimal motor. Nah, kalau bisa menyetir, otomatis (dan paling penting) lelaki juga harus tahu rute jalan. ”Kalau tidak, kemana-mana pasti nyasar. Masak harus aku yang selalu menjadi penunjuk jalan? Malu dong!” lanjut Lulu.
3. Bermain Gitar. Dalam film, para perempuan kerap berdesir menyaksikan seorang lelaki yang pandai bermain gitar, piano, keyboard atau alat musik apapun. Sepertinya terlihat romantis. Kebiasaan bermain alat musik ini seringkali dikaitkan dengan pergaulan atau kepribadian. ”Katanya, lelaki yang bisa bermain gitar, identik dengan lelaki berotak cerdas dan berjiwa romantis? Hm, bener ga sih?” ujar Kristin, 30, wiraswasta.
4. Memanjat Pohon. Nah, ini slah satu yang wajib dikuasi  kaum lelaki, memanjat pohon apapun yang bisa dipanjat (asal jangan pohon lombok!) Bisa pohon, pagar, tembok atau bahkan panjat pinang di acara tujuhbelasan. “Kalau sampai ada lelaki tidak bisa memanjat pohon, malu-maluin banget deh! Bagaimana kalau aku minta diambilin mangga di atas pohon? Masak harus memenjat pohon sendiri?” kata Desi, 26, Humas.
5. Ganti Ban. Sudah menjadi tuntutan jika lelaki bisa ‘membawa’ mobil atau motor, berarti juga bisa mengganti ban atau atribut lainnya. Sementara untuk perempuan, tidak ada keharusan. “Toh jika tiba-tiba ban mobil saya kemps dan harus diganti, pasti ada lelaki yang bersedia membantu. Padahal, sebenanrnya saya bisa mengganti ban mobil sendiri,“ tutur Anna, 30, Editor.
6. Memperbaiki Kelistrikan. “Agak aneh kalau melihat lelaki tidak bisa membetulkan peralatan yang berhubungan dengan listrik di rumah. Sepertinya kurang oke!” ujar Sita, 25, Sekretaris. Pasalnya, jika lampu kamar tiba-tiba mati atau listrik di rumah mengalami konsluiting, kakak lelaki atau ayahSita pasti dengan sigapnya akan memperbaiki. Jadi, buat Sita, yang namanya lelaki memang harus bisa memperbaiki listrik sehingga tak harus bergelap-gelap di dalam rumah sambil menunggu petugas listrik datang.
7. Angkat Barang. Sudah dari sananya lelaki diberi kelebihan memiliki tenaga yang lebih besar dan kuat disbanding perempuan. Jadi untuk urusan mengangkat/mengambil barang berat atau mengambil benda di tempat tinggi, ya lelaki lebih mampu tentunya. “Wajar bila perempuan sangat mengandalkan lelaki untuk urusan angkat barang atau mengambil barang di atas lemari. Kita siap menyediakan makanan lebih kok supaya lelaki makin kuat,“ imbuh Intan, 28, art Designer.
8. Memasang Antena. “Yang ini tugasnya lelaki banget!” kata Dessy, 26, Accounting. Memasang dan memperbaiki posisi antenna televise atau parabola memang pekerjaan teknis yang biasa dipahami kaum lelaki. Jadi, menurut Dessy, tidak salah jika kaum perempuan banyak bergantung pada lelaki untuk urusan ini.
9. Jadi Imam Shalat. Buat Anda yang beragama Islam, pastinya ingin pasangan bisa menjadi imam saat shalat. Ini menjadi semacam simbol bahwa jika lelaki bisa menjadi imam, ia jug amampu membimbing pasangannnya. “Bagaimana bisa menjadi imam (pemimpin) keluarga, kalau menjadi imam shalat saja tidak bisa. Jadi, yang ini tidak bisa ditawar-tawar lagi.” tegas Ayu, 27, Karyawati Bank.
10. Membunuh Kecoa. Anda berani menghadapi kecoa, apalagi binatang menjijikan ini sudah terbang ke sana ke mari? Kalau tidak berani, tinggal bilang pada cowok Anda untuk membunuh kecoa tersebut. Kenapa? “Karena dia lebih berani dan dia seorang lelaki,” kata Devi, Karyawati Bank.
11. Buang Sampah. Mengapa ini menjadi keahlian yang harus dikuasai kaum lelaki? “Karena kaum perempuan sudah repot dengan urusan memasak dan mencuci piring. Jadi, lelaki lah yang seharusnya mengurusi sampah,“ canda Lulu, 28, Marketing.
12. Masak Mie Instan. “Keterlaluan kalau lelaki tidak bisa masak mie instan yang gampang dan sudah ada petunjuknya di bgian belakang kemasan!” ujar Ratna, 30, HRD Manager. Lelaki memang tidak suka direpotkan dengan urusan masak memasak. Jadi kalau sedang lapar dan tidak ada makanan di rumah, dijamin dia pasti akan makan di warung atau memasak mie instan saja yang mudah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews